Sabtu, 07 Juli 2012

Alasan Anda Layak Jadi Korban Kiamat Internet


TEMPO.CO , Jakarta: Sudah banyak peringatan jelang Kiamat Internet, Senin 9 Juli 2012. Banyak cara untuk mendeteksi dan banyak cara pula untuk menanggulangi kiamat yang dibuat oleh Biro Federal Investigasi (FBI). Tapi jika sampai hari ini, Anda belum juga membereskan piranti keras, maka ini adalah alasan kenapa Anda layak jadi korban.


1. Pengguna telah diberikan peringatan
Isu serangan malware bernama DNAChanger trojan ini sudah ada sejak tahun lalu. Bahkan sudah ada pula yang ditangkap karena penyalahgunaan virus jahat pengubah Domain Name System (DNS). Jadi Anda tak bisa protes jika tiba-tiba jaringan yang ternyata terserang virus ini dimatikan oleh FBI.

Sebab media, pemerintah, Facebook dan Google pun telah mengantisipasi kedatangan kiamat tiga hari lagi ini. Mereka semua sudah memperingatkan dan memberi aplikasi yang bisa mendeteksi adanya serangan. Jadi sebagai pengguna internet, sangat aneh jika Anda tak mengetahui ancaman ini.

2. Ada alat gratis untuk mendeteksi serangan trojan
Tidak sulit untuk mendeteksi keberadaan DNAChanger trojan. Dari Australia, Tim Reaksi Cepat Komputer Australia (ACMA) telah membuat situs pendeteksinya. Lalu ada pula situs www.dns-ok.us yang bisa mengetahui status komputer Anda.

Jika status anda terindikasi virus, maka sejumlah antivirus telah membuat pembasminya secara gratis.

3.Batas waktu sudah diperpanjang
Tak ada alasan tak cukup waktu untuk berbenah. Awalnya kiamat ditetapkan FBI pada 8 Maret 2012. Tapi kemudian Biro menambah waktu hingga empat bulan untuk membersihkan komputer pribadi dari trojan pengubah DNS ini. Empat bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mendeteksi dan menyingkirkan virus dari piranti keras.

Pembasmian virus ini bukanlah hal yang sulit. Sebab tidak perlu pengetahuan khusus untuk mendeteksi dan menyingkirkannya.

4. Status korban DNSChanger berbahaya
Selama ini diketahui bahwa korban DNSChanger kebanyakan menggunakan internet bukan miliknya sendiri, sehingga mereka sering mengabaikan bahwa komputer yang digunakan sudah terinfeksi. Pengguna bahkan mengabaikan sejumlah cara untuk mendeteksi serangan virus jahat ini dan seperti biasa tak jua menginstal antivirus. Meski batas waktu sudah diperpanjang mereka pun tetap tak peduli.

Padahal jika komputer itu tidak dibuat kiamat, maka korban DNAChanger akan menjangkiti komputer lain. Sehingga ancaman pencurian data semakin besar. Semua orang memang berhak mengakses internet. Tapi jika keberadaannya membahayakan orang lain, maka lisensi mereka tak ada salahnya untuk dicabut.

5. Ini adalah "wake-up call"
Sebenarnya tak ada larangan dari dunia maya. Semua orang jika punya alat dan akses maka bisa berselancar di internet. Tapi kebebasan itu memang ada batasnya jika sudah membahayakan orang lain. Jadi serangan DNSChanger trojan ini semacam alarm.

Jika para pengguna yang abai ini akhirnya pada Senin nanti mengalami kiamat mereka akan sadar. Bahwa untuk berkomunikasi di dunia maya juga perlu memperhatikan komputer lain. Apalagi jika kondisi komputer mereka membahayakan. Kiamat internet adalah "wake-up call" bagi pengguna internet yang abai terhadap ancaman di dunia maya.


Namun tenang ada cara untuk mengecek penyebaran serangan ini. Pertama bukalah situs www.dns-ok.us. Laman ini akan menunjukkan apakah komputer terjangkit malware. Jika tertulis DNS Resolution = Green, berarti komputer aman. Tapi jika DNS Resolution berwarna merah, hati-hati itu indikator awal terinfeksi.


Sumber: http://www.tempo.co/read/news/   ZDNET|DIANING SARI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar